Juara dunia MotoGp 2013

Juara dunia MotoGp 2013, Marc Marquez dari Honda, mengaku puas dengan apa yang diraihnya setelah menjalani sesi tes di Valencia. Dia pun mengatakan, hasil yang didapat pada dua sesi tes yang diikutinya berdampak positif bagi tim, yang akan terus melakukan pembenahan, sebelum melakoni sesi tes selanjutnya.

Marquez, yang absen pada hari pertama, menjalani tes pada hari kedua dengan catatan waktu 1 menit 50,536 detik, mengungguli catatan waktu dua pesaing utamanya musim 2013 lalu, rekan setimnya Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo dari Yamaha. Sementara pada hari ketiga, Marquez meraih catatan waktu 1 menit 30,287 detik.

“Saya sangat senang dengan bagaimana kami menjalani hari ini dan terima kasih kepada seluruh tim saya untuk segala kerja kerasnya. Kami melanjutkan tes kami dan hari ini kami fokus hanya pada motor prototipe yang kami rasa itu adalah yang terbaik kemarin,” ujar Marquez, sebagaimana dilansir Crash, Kamis 14 November 2013.

“Kami mencoba konfigurasi elektronik yang berbeda, beragam setelan, dan kami puas dengan hasilnya,” kata pembalap asal Spanyol berusia 20 tahun tersebut.

“Hal paling penting adalah bahwa kami telah mengumpulkan banyak data selama tes dua hari, jadi Honda akan mampu bekerja pada musim dingin dan memberi kami beberapa update pada sesi tes berikutnya di Malaysia (4-6 Februari 2014),” ujar pembalap yang enam kemenangan pada musim pertamanya di MotoGP tersebut.

Marquez menjadi juara dunia MotoGP 2013, dengan mengumpulkan 334 poin, unggul empat poin dari pesaing utamanya, Lorenzo di mana gelar tersebut ditentukan pada balapan terakhir. Marquez juga menorehkan beberapa rekor usai meraih gelar juara. Di antaranya adalah sebagai juara kelas primer Grand Prix termuda dan menyamai pencapaian Kenny Roberts, sebagai rookie yang langsung juara.

Ping: Anti Mabuk.

Perjuangan BlackBerry

Badai belum berlalu. Perjuangan BlackBerry untuk bangkit dari keterpurukan masih diuji. Bisa jadi tahun 2013 ini adalah ujian terberat perusahaan yang bermarkas di Kanada itu.

Mengutip BGR, 8 Oktober 2013, BlackBerry baru saja mengumumkan kehadiran lini BB10 terbarunya: BlackBerry Z30. Untuk mendongkrak penjualannya, BlackBerry pun bekerja sama dengan operator telekomunikasi.

Tapi, malangnya BlackBerry. Baru-baru ini, operator telekomunikasi terbesar asal negerinya sendiri, Roger Wireless, menolak untuk menjual ponsel pintar BlackBerry Z30 yang berjenis phablet (phone tablet). Sampai saat ini, belum diketahui alasan Roger Wireless enggan menjual Z30.

Untungnya, BlackBerry masih tertolong oleh dua operator lainnya yang juga berbisnis di Kanada. Telus dan Bell Canada bersedia mengadopsi Z30 dan memasarkan di Kanada.

Di Amerika Utara, CrackBerry melansir, Z30 dibanderol dengan harga US$700, setara Rp8 juta, dengan kontrak dua tahun. Harga itu lebih mahal US$50, setara Rp500 ribu, dibandingkan iPhone 5S dan Samsung Galaxy S4.

Mahalnya harga Z30 membuat BlackBerry wajib bekerja sama dengan operator seluler untuk mendongkrak penjualan melalui skema subsidi agar ponsel tetap bisa diserap di pasar penting mereka, Kanada dan Amerika Utara.